Labuhan Merapi, Wujud Syukur Masyarakat Jogja

Selasa, 04 Februari 2014

Sleman yang merupakan salah satu kota di Yogyakarta memiliki keistimewaan tersendiri, seperti beragam upacara adat yang masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya ialah Labuhan Merapi. Upacara ini dilakukan setiap setahun sekali pada tanggal 25 bulan Bakdamulud (Maulid Akhir) secara turun temurun tanpa mengurangi muatan sakralnya dan hanya boleh dilakukan atas perintah raja sebagai kepala pemerintahan, kepala kerajaan dan pemangku adat. Labuhan sendiri berasal dari kata labuh yang berarti persembahan. Untuk itu tujuan dari upacara ini adalah sebagai doa yang dipersembahkan untuk Tuhan atas rahmat dan anugerah yang diberikan kepada keraton dan rakyatnya. Juga sebagai penghormatan kepada leluhur yang menjaga Gunung Merapi.

Hal-Hal yang Jangan Sampai Ketinggalan Saat Kamu di Medan

Saat kamu jalan-jalan ke Medan perjalanan yang mengesankan bermula saat kamu mendarat di Bandara Kualanamu. Dari sini, waktu tempuh menuju pusat kota hanya sekitar satu jam menggunakan kereta atau taksi.

Taman Miniatur di Gowa, Tempat Berkumpulnya Rumah-Rumah Tradisional Sulsel

Bangunan-bangunan tradisional kini makin sulit dijumpai. Hampir semua bangunan kini dibangun dengan arsitektur modern. Hal inilah yang mendorong dibangunnya Taman Miniatur Sulawesi Selatan. Terletak di jalan Daeng Tata, Somba Opu, Gowa, Sulawei Selatan, taman ini masih satu kompleks dengan Benteng Somba Opu. Di taman miniatur ini terdapat 27 rumah tradisional yang mewakili 4 etnis di Sulawesi Selatan antara lain, Bugis, Toraja, Manda dan Makassar. Kurang lebih ada 23 rumah yang dibangun oleh setiap pemerintah daerah dan 4 rumah yang dibangun oleh pemerintah provinsi.