Serba-Serbi Yogyakarta

Selasa, 04 Februari 2014

Jogja sering disebut dengan kota tradisional karena masih bertahan dalam melestarikan kebudayaan asli daerahnya. Meski begitu bukan berarti Jogja tidak mengikuti perkembangan zaman atau ketingggalan zaman. Kota ini juga memiliki sejarah yang membanggakan dan fakta-fakta yang cukup menarik. Apa sajakah itu?

Tugu Jogja
Tugu Jogja
 1.    Kota 100 Nama dan 100 Sebutan

Mengapa bisa begitu? Karena banyak orang menyebutnya dengan berbagai nama, ada yang bilang Yogyakarta, Jogjakarta, Jogja, Yogya, Djogja, Ngayogjokarto, Yojo. Namun dari ke semua nama itu tetaplah memiliki arti dan tujuan yang sama.

Orang yang berasal dari luar atau dalam kota Yogyakarta sering menyebutnya dengan sesuatu yang terkenal di kota ini seperti kota Gudeg, kota pelajar, kota seniman, kota bakpia, kota budaya dan masih banyak lagi.

2.    Kota 100 Tokoh Pahlawan


Yogyakarta adalah tempat kelahiran banyak tokoh-tokoh penting kebanggaan Indonesia. Seperti Soeharto, Ibu Megawati, Amien Rais, Boediono dan masih banyak lagi.

3.    Tugu Yogyakarta
 

Tugu ini memang terlihat biasa saja, tapi memiliki sejarah dan makna yang luar biasa. Tugu ini  dibangun oleh Hamengkubuwono I yang merupakan pendiri keraton Jogja. Tugu jogja dibangun lurus ke arah selatan menuju keraton dan pantai selatan, lurus ke arah utara menuju gunung merapi. Hal ini seolah-olah menggambarkan garis imajiner yang menghubungkan tempat-tempat tersebut.  Dalam bahasa Jawa tugu ini memiliki arti “manunggaling kawulo gusti” yang artinya mendekatkan diri antara masyarakat Jogja dengan Sang Penciptanya. Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis merupakan titik pusat api dan air dengan keraton sebagai pembatasnya dan menjadi titik penyeimbang antara garis vertical dan horizontal.

4.    Selokan Mataram


Merupakan selokan yang menghubungkan antara sungai Opak dan sungai Progo. Selokan ini dibangun pada masa penjajahan Jepang dan memberikan berkah tersendiri bagi warga sekitar karena meskipun sedang musim kemarau mereka tetap bisa bercocok tanam.
 

Anda yang tertarik dengan nilai historis Yogyakarta dan selebihnya, datanglah dan nikmati kota ini selama beberapa hari. Tidak perlu susah-susah untuk mencari penginapannya, anda bisa menginap di hotel Santika Jogja. Kamar ber-AC-nya menyuguhkan pemandangan kolam renang, kota Jogja dan Gunung Merapi. Tiap kamarnya pun memiliki TV layar datar, minibar, serta fasilitas membuat teh/kopi. Kamar mandi pribadinya memiliki bathtub atau shower. Anda dapat menikmati pijat relaksasi di spa atau bisa juga berolahraga di pusat kebugaran. Fasilitas lain yang disediakan di hotel ini yaitu arena perbelanjaan dan pusat bisnis. Hotel Santika juga menyediakan bantuan pramutamu, penukaran mata uang, dan layanan kamar 24 jam. Sarapan prasmanan disajikan di Restoran Pandan Sari, yang juga menawarkan hidangan Indonesia dan Eropa. Dengan menghadap kolam renang, Lobby Lounge menyediakan menu minuman dan pertunjukan hiburan malam. Jika anda melakukan pemesanan sekarang, anda akan mendapatkan potongan mulai dari 8 %. Hotel Santika Premiere Jogja hanya 5 menit berkendara dari stasiun kereta terdekat. Hotel ini dapat dicapai dalam waktu 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Adisucipto. Dari hotel ini anda akan dipermudah jika ingin bepergian ke tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta.

 Selain fakta-fakta unik di atas, Yogyakarta juga memiliki sejarah yang patut dipelajari dan dijadikan kebanggaan tersendiri.

Yogyakarta berasal dari dua kata yaitu Yogya dan Karta. Kota Yogyakarta masih memiliki hubungan dengan Kasultanan Yogyakarta. Saat masa kolonial Belanda, Pangeran Mangkubumi memperjuangkan kerajaan Mataram dari penjajahan Belanda. Setelah melalui perjuangan yang sangat panjang, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani perjanjian Giyanti.

Pembangunan ibukota Kasultanan Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Maka pada tanggal 7 Oktober 1956 ditentukanlah sebagai hari jadi Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar